oleh

Wabup Butur Hadiri Festival Adat Kerajaan Nusantara I Tahun 2021, Ini Pesannya pada Masyarakat

Reporter : Yus Asman
Editor: Sardin.D

BUTON UTARA – Wakil Bupati Buton Utara, Ahali menghadiri festival adat kerajaan Nusantara (FAKN) I tahun 2021 yang digelar selama dua hari dari tanggal 28 hingga 30 September 2021.

Wabup juga secara khusus bertemu Raja Keraton Sumedang Larang Paduka Yang Mulia Sri Radya HRI Lukman Soemadisoeria.

Pramuka

Ahali mengungkapkan hal penting yang mesti menjadi renungan kita bersama tentang kearifan lokal keberadaban setiap suku bangsa di nusantara ini harus diyakini bukan sekedar symbol nilai kearifan lokal.

“Ini merupakan inti dasar pondasi terdalam dari nilai kehidupan kita sebagai manusia dalam membangun peradaban hingga lahirnya bangsa Indonesia sampai dimasa sekarang ini,”ungkap Ahali melalui via WhatsApp, Kamis,30 September 2021.

Baca Juga: Siska Karina Imran Pindah Partai, Ketua DPW PAN Sultra : Kader PAN Harus Miliki Komitmen

Lanjut Ahali, menambahkan bahkan intisari dari kearfikan lokal yang tumbuh melalui syimbolisasi bingkai keberadaban dalam bentuk kesultanan ataupun kerajaan yakni nilai prilaku kemurnian manusia sejati. Yang mesti dizohirkan dalam bentuk prilaku keseharian, yakni memiliki integritas dan kesadaran yang tinggi akan hakikat keberadaan dan peran kita masing-masing.

“Yang tentu saja disitu saling menghormati dan menghargai adalah wujud nyata dari prilaku manusia yang akan diperjalankan Tuhan menuju kepada keselamatan atau kesuksesan,”tambahnya.

Karena hal itu Wabup Butur memiliki keyakinan yang kuat atas dasar nilai kearifan lokal yang apabila mampu dipahami dan diamalkan, maka daerah itu akan menemukan jalannya menuju kepada kemajuan yang memakmurkan.

“Sebaliknya, apabila tidak dipahami, dimengerti terlebih diamalkan maka daerah itu akan selalu terjebak pada persoalan yang sulit untuk maju,”tuturnya.

Baca Juga: Ruangan Tes SKD CPNS di Muna Tidak Mudah Dijebol Penyusup

Wabup Butur juga menuturkan sudah saatnya kita melakukan pendalaman pemahaman secara utuh dan menyeluruh, memiliki kesadaran tinggi atas kearifan lokal yang berhasil dibangun dan didirikan pada generasi dimasa lampau. Sampai menemukan pesan dan hikmah dibalik simbolisasi yang telah ditinggalkan.

“Agar kita menemukan jati diri sejati kita, sehingga disanalah akan kita dapat membangun persatuan, persaudaraan dalam bingkai kesatuan yang kokoh,”papar Wabup Buton Utara yang dari kepolisian ini.

Lebih lanjut Ahali menyadari dan memanjatkan rasa syukur atas kehadirannya diacara pertemuan para raja se-Nusantara di Sumedang Jawa Barat.

“Sebab, keberadaan Butur ternyata juga bagian yang memiliki nilai secara budaya dan keberadaban dinusantara ini, sekarang tinggal kita bagaimana cara kita agar dari sisi kemanfaatan untuk kemajuan daerah dapat segera dilakukan,”katanya.

Selanjutnya Ahali menitip pesan kepada seluruh masyarakat Butur, agar nilai kearifan lokal Buton Utara, dari mata ke mata lagi harus menjadi tanggung jawab kita bersama untuk diberdayakan secara positif.

Baca Juga: Pemkab Bombana Bakal Bentuk Bank Sampah di Sekolah, Ini Tujuannya

“Dalam wujud perilaku, kita harus mengedepankan kebersamaan dan saling menghargai dalam posisi dan peran kita masing-masing. Insha Allah Butur akan maju, sejahtera dan adil sesuai tujuan kita bersama,” tutupnya.

Diketahui kegiatan akbar para raja-raja se-Nusantara ini dibuka langsung oleh Ketua DPD RI, La Nyala Mahmud Mataliti yang ditandai dengan pemukulan gong dan penyerahan Keris Rahiyang Medang Gumilang di pelataran Gedung Negara Sumedang pada Rabu,29 September 2021.

Dalam kesempatan ini, Selaku Ketua Pelaksana FAKN I tahun 2021, Rd Lily Djamhur menyatakan kegiatan ini merupakan hasil kerja sama Pemerintah Kabupaten Sumedang, Keraton Sumedang Larang (KSL), Majelis Adat Kerajaan Nusantara (MAKN), dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPD) RI.

Terkini